Bab 41. Butterfly Era

1727 Kata

“Naya.” Jovan baru saja membuka mulutnya ingin menjelaskan namun Kanaya segera mengangkat tangan pertanda tidak ingin mendengar apa pun. Wanita itu terlihat tenang tetapi Jovan tahu dibalik ketenangan itu ada hal yang disembunyikannya. “Naya, dengerin penjelasanku.” Jovan mengabaikan penolakan itu, ia mendekat meraih tangan Kanaya tanpa peduli wajahnya masih babak belur. “Kamu dengerin aku, semua yang terjadi semalam nggak seperti apa yang ada dibayangan kamu. Rania yang mengundangku, dia bilang ada yang rusak di kamarnya makanya aku datang.” Kanaya masih diam dengan mata yang menatap Jovan lekat-lekat. “Ini bukan pertama kalinya kamu kayak gini, Jo.” Mata Jovan terpejam singkat begitu mendengar nama panggilan yang disebutkan Kananya. Jika sudah seperti ini artinya kemarahan Kanaya be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN