Selamat membaca Sultan meringis saat merasakan sesak di dadanya. Ia menatap Ajeng sendu. Hatinya semakin terluka saat melihat senyuman Ajeng. Karena itu membuatnya semakin tidak sanggup melepasnya. ______________________________________ Ajeng menghela napas panjang. Ayo selesaikan semuanya secara baik-baik. "Kita harus bicara," tuturnya dengan nada tenang. Sultan berjalan menghampiri Ajeng dan duduk di kursi kecil sebelah tempat tidur. Ia memaksakan senyumnya. "Gimana keadaan kamu?" tanyanya dengan nada lemah. Sultan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan. "Baik, kamu?" Sultan sendiri juga tidak tau, apakah dirinya baik-baik saja? Ia rasa tidak. Tapi jika ia mengatakan keadaannya yang sebenarnya apakah Ajeng akan peduli? "Selama ada kamu, aku baik-baik aja." Ajeng terdiam. "A