Tidak terdengar suara tembakan tapi kaca restoran pecah berkeping-keping! Berarti si penembak memakai peredam suara. Hiruk pikuk terjadi di ruangan itu karena pengawal rekan bisnis dan tiga orang tim Bram membalas tembakan. Merasa nyawa bos mereka terancam, mereka nekat lakukan tembakan balasan. Begitu pula tim Bram. Salah satunya melumpuhkan sekretaris tadi hingga tidak berdaya, dilumpuhkan dan diborgol. Desingan peluru kali ini terdengar berkali-kali, membuat Elena ketakutan hingga harus menutup telinganya. Dia tidak pernah berada di situasi seperti ini sebelumnya. Jantungnya berdegup sangat kencang, adrenalinnya naik, mengalahkan rasa takutnya hingga Elena beranikan diri membuka mata untuk mengintip apa yang terjadi tapi dilarang Bram. “Nona, merangkaklah hingga pintu itu. Di sini t