“Aku baik-baik saja, Om. Sebenarnya selama ini aku… aku sedang menempuh beberapa hal sendiri. Belajar banyak hal, bekerja, dan… menata hidupku. Makanya aku nggak sempat memberi kabar. Maaf kalau membuat Om dan Tante khawatir.” Agus mengangguk pelan, “Aku senang kamu baik-baik saja, Amira. Aku sempat khawatir karena lama tak dengar kabarmu. Tapi melihatmu sekarang, aku bangga melihatmu bisa menata hidupmu sendiri.” Linda tersenyum tipis, suaranya lembut. “Benar, Amira. Senang melihatmu baik-baik saja. Aku yakin kamu sudah belajar banyak selama ini.” Matanya sesaat menyapu Amira. Amira menundukkan kepala sedikit sebagai bentuk sopan. “Terima kasih, Tante. Aku berusaha sebaik mungkin.” Agus menatap keduanya, Amira dan Dimas, dengan mata hangat. Ia tersenyum tipis, lalu menepuk bahu Amir

