Bab 49

1127 Kata

Sesampainya di puncak, pintu lift terbuka. Udara hangat menyapa, namun pemandangan kota yang terpampang melalui jendela kaca raksasa justru membuat Amira terpaku. Ia mendekat ke kaca dan menempelkan tangannya ke sana. “Seoul kelihatan indah banget dari sini…” gumamnya. Dimas berdiri di sampingnya. “Iya. Tapi Mas tetap lebih suka lihat kamu.” “Mas…” Amira menutup wajah dengan kedua tangan, malu tapi tidak sanggup menahan senyum. Setelah puas menikmati pemandangan, Dimas mengajak Amira turun ke area Locks of Love, tempat pasangan-pasangan menggantung gembok cinta. Udara dingin kembali menyergap ketika mereka keluar, tetapi kerlap-kerlip lampu dan ribuan gembok warna-warni membuat suasana tetap hangat. Amira membuka kotak kecil yang berisi gembok berbentuk hati dan spidol hitam. “Apa ki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN