Bab 50

1188 Kata

Amira mengusap perutnya sambil mengembuskan napas kecil. Pipi dan hidungnya memerah karena dingin, tetapi matanya berbinar seperti anak kecil yang baru selesai bermain. “Mas… aku lapar,” gumamnya tanpa rasa bersalah. Dimas menoleh cepat, seolah tak percaya apa yang baru ia dengar. “Lapar? Serius? Amira… yang habisin kue ikan tadi siapa ya? Bukan Mas kan?” Amira mengerucutkan bibir. “Tapi itu kan cuma snack. Aku mau yang panas. Yang pedaaas dan berkuah. Kayak makanan orang Korea di drama-drama!” Dimas menahan tawa. “Astaga… ya sudah. Mau makan apa? Mas cari yang hangat.” “Tteokbokki!” jawab Amira cepat. “Yang paling pedas. Terus mau yang pakai keju juga.” Dimas terdiam setengah detik. “Tteokbokki pedas? Yang level berapa nih?” “Level… hmm…” Amira menatap langit, berpikir keras. “Yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN