. Amira mendekatkan wajah ke kaca. “Mas, itu ikan apa?” tanyanya sambil menunjuk ikan panjang berwarna keemasan. Dimas mendekat, menatap label kecil di bawah kaca. “Hmm… itu ikan arwana emas.” “Cantik banget.” “Iya. Mirip kamu” Amira langsung menoleh cepat, memukul lengan Dimas. “Mas! Jangan ngomong sembarangan!” Dimas tertawa pendek, bahunya berguncang. Ia mengeluarkan ponsel dan memotret ekspresi Amira yang masih merona. “Sayang, kalau kamu terus bereaksi kayak gitu, aku makin pengin ganggu.” “Udah, jangan difoto,” Amira menutupi wajahnya. Dimas malah menurunkan ponsel sedikit dan mendekat. “Oke, kalau gitu pose manis dong.” Amira mendesah, tapi akhirnya tersenyum kecil. Dimas menangkap momen itu dengan satu jepretan, senyum polos yang membuat hatinya hangat. Mereka melanjutkan

