Bab 36

1005 Kata

keesokan paginya di meja makan. “Amira,” panggil Dimas pelan. Amira mengangkat wajah, mengunyah perlahan sambil menatap suaminya ingin tahu. “Aku pikir…” Dimas berhenti sejenak, memilih kata-kata, “hari ini kita keluar sebentar.” Amira berkedip. “Keluar? Maksudnya…?” “Jalan-jalan.” Dimas tersenyum tipis. “Tamasya kecil. Kita berdua.” Amira menatapnya dengan raut kaget. “Hah? Tamasya?” “Ya. Udara segar mungkin bisa bantu kamu lebih rileks setelah semua yang terjadi,” lanjut Dimas. “Nggak jauh, nggak melelahkan. Kita bisa pilih yang santai saja.” “Benaran?” “Benaran.” Dimas mencondongkan tubuh sedikit. “Kalau kamu mau.” Amira menahan senyum yang mulai merekah di bibirnya. d**a yang semalam terasa sesak, pagi ini terasa lebih lapang. Seolah ajakan sederhana itu adalah angin segar ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN