Elin dari tadi membolak-balikan tubuhnya karena belum bisa tidur. Dia masih tidak percaya kalau ibu mertuanya bisa seperti itu dengannya. Tidak mempercayainya sama sekali, bahkan kata-katanya sangat menusuk hatinya. Mata Elin tidak bisa terpejam, saat terngiang kata-kata ibu mertuanya. “Satu lagi, pikirkan baik-baik, kamu harus bisa memilih bisnis atau suami kamu. Dari dulu bunda sudah melarang kamu agar tidak bekerja, dan fokus untuk memiliki anak, tapi nyatanya? Coba kamu fokus di rumah seperti Ria? Pasti kamu akan memiliki anak seperti Ria!” Kata-kata itu masih terngiang di telinga Elin. Baru kali ini Elin mendengar ucapan menohok dari ibu mertuanya yang sangat ia sayangi. Rendra melihat istrinya yang masih belum bisa tidur. Rendra mengusap kepala Elin dan membawa Elin dalam pelukanny