21. Curhat

1415 Kata

Hingga Byantara pamit pulang setengah jam kemudian, Aysha tak bertanya tentang kata rindu yang diucapkan Byantara tadi dan Byantara juga tak mengungkitnya sama sekali. Walau ada rasa penasaran apakah ada seseorang yang rindu pada laki-laki itu atau ada hal lainnya. Namun untuk bertanya, tentu saja dia gengsi. Dan berharap Byantara akan menjelaskannya sendiri, pun, tampaknya sia-sia. "Hati-hati." "Hmm," jawaban Byantara terdengar pelan, teredam oleh helm full face-nya. "Jangan sering chatting-an ama cowo!" "Apa?" Aysha mendekat pada Byantara karena suara laki-laki itu terdengar samar-samar, mengarahkan telinganya agar dapat mendengar lebih jelas. "Jangan sering chatting-an sama anak cowo," ulang Byantara dengan suara sedikit lebih kuat. "Dih! Kenapa?" Tanya Aysha tak terima sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN