DUA PULUH LIMA

1222 Kata

"Ayah... Ayah lagi apa?" Kelana datang menghampiri Deni yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya di rumah. Sementara itu Kelana sudah membawa ranselnya dan sudah rapi setelah izin mandi tadi bersama dengan Gea. Pria itu menoleh ke arah keponakannya yang sangat ceria. "Ada apa memangnya Kelana?" "Kan Ayah mau anterin Kelana ke rumah Nenek. Kelana mau nginap di rumah nenek, pulangnya nanti hari selasa aja," "Yakin? Nggak nangis nanti?" "Kelana udah besar Ayah. Jadi nggak mungkin kan kalau Kelana nangis terus nginap di rumahnya nenek," Deni tersenyum dan berdiri siap untuk mengantarkan si bocah ini ke rumah orang tuanya. Sedangkan dia dan Gea pasti akan ada waktu untuk berdua. Sesuai dengan cerita yang diinginkan oleh Deni bahwa dia sangat ingin punya anak untuk saat ini. Maka dari itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN