Saat ini, Abel dan Hans berjalan beriringan menuju kafe di mana Revina, Tantika dan Tristan seharusnya berada di sana. Mereka sempat mengobrol membicarakan seputar pekerjaan, sampai kemudian keduanya mulai memasuki kafe. Hans langsung mencari keberadaan Revina dan tidak sulit baginya untuk menemukan sang pacar. Terlebih Revina pun mulai menoleh ke arahnya. Namun, yang membuat Hans heran, kenapa Revina sendirian? Padahal tujuan Hans mengajak Abel ikut bersamanya, ingin melihat sendiri ekspresi rekan kerja dan om-nya itu saat dipertemukan di sini. “Maaf nunggu lama, Sayang,” ucap Hans. “Tapi katanya kamu sama Tantika,” lanjut pria itu. “Dia sama Pak Tristan pulang duluan,” jawab Revina. “Kamunya kelamaan, sih.” Kalau boleh jujur, Revina merasa tidak nyaman melihat Hans datang bersama Abe

