Revina yang sudah mandi, sempat turun untuk membuang sampah. Kembali ke lantai 16, pintu lift terbuka dan ia keluar bersamaan dengan Tantika yang juga muncul dari arah pintu tempat tinggal Tristan. Ia memperhatikan penampilan sahabatnya itu bisa dibilang berantakan, padahal setahunya Tantika itu selalu menjaga penampilan tetap rapi. Serius, penampilan Tantika membuat Revina berpikir ke arah sana. Maksudnya, mungkinkah mereka melakukannya? Melakukan hubungan yang lebih jauh dari yang Revina bayangkan. “Tantika.” “Rev? Dari mana?” tanya Tantika, raut wajah dan ekspresinya agak canggung. “Aku habis buang sampah,” jawab Revina. “Kebetulan banget. Mau langsung pulang? Kok nggak mampir ke aku dulu?” tanyanya kemudian. “Aku mau langsung pulang aja.” “Kalau gitu hati-hati.” Sejujurnya Revina

