Jantung Revina berdetak sangat cepat saat Tristan mendekat ke arahnya. Ah, lebih tepatnya pria itu sedang melangkah menghampiri Tantika. Sungguh, Revina tidak pernah menduga kalau Tantika dan Tristan saling mengenal. Revina pikir dirinya satu-satunya di sini yang mengenal pria itu. “Wah, kamu beneran Tantika,” ucap Tristan yang saat ini sudah berdiri di hadapan Tantika. “Seharusnya panggil ‘pak’ kan? Maksudnya ... Pak Tristan?” kekeh Tantika karena sebelumnya hanya menyebut Tristan, tanpa embel-embel pak. “Apa kabar?” tanya Tristan kemudian. “Kabar baik. Pak Tristan juga, kan?” Mereka se-akrab itu.... “Syukurlah. Kabar saya juga baik.” “Rupanya kalian saling kenal,” ucap salah satu staf. “Ya. Saya pun nggak nyangka di kantor ini ada yang saya kenal,” jawab Tristan sambil melirik ke

