Mendengar Tristan menyebut-nyebut malam panas, sontak Revina yang sedang minum langsung terbatuk-batuk. “Ya ampun, Rev. Kamu nggak apa-apa?” tanya Tantika, nada bicaranya terdengar khawatir. Tristan juga langsung menatap Revina. “Enggak apa-apa, kok,” jawab Revina yang berhasil mengendalikan dirinya sehingga batuk-batuknya tidak berkepanjangan. “Pak Tristan, sih, ngomongnya kayak gitu. Revina pasti kaget.” Tristan terkekeh. “Memang kenyataannya kita melewati malam panas, kan?” “Bisa dibilang iya, tapi itu ambigu. Enggak heran kalau bikin salah paham,” balas Tantika, lalu menoleh ke arah Revina. “Rev, ini nggak seperti yang kamu pikirkan.” Revina tersenyum kikuk. “Memangnya apa coba yang aku pikirkan?” “Malam panas di sini bukan aneh-aneh ya, Rev. Awas aja kalau salah paham,” ucap Ta

