Bukan Orang Ketiga | Bab 43

1076 Kata

Tari menggenggam jari jemarinya dengan kuat. Saling mencengkram dengan gugup. Pandangannya tunduk dengan takut-takut menoleh ke arah seseorang yangvada di depannya. Ia menelan ludahnya dengan susah payah. "Kita lagi butuh Tante.." ujarnya lirih. Wanita setengah baya itu meneguk tehnya dengan tenang. Ia tersenyum tipis dengan tulus. Setelahnya berdehem untuk mencairkan suasana. Kalian butuh apa?" Ujarnya. Di adalah Tante Hera. Putri tunggal keluarga Wijaya yang disingkirkan dari pewaris perusahaan keluarga mereka oleh saudara sendiri. Tante Hera membangun yayasan runah sakit bersama sang suami yang kini mulai besar. Tante Hera selalu memperlakukan keponakannya dengan baik, meskipun dia anak dari saudaranya yang tamak. Wanita itu selalu kasihan melihat Gema yang tumbuh dengan penuh te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN