[Baca part 40] Ajeng terhenti saat membuka pintu hendak keluar dari kamar. Wanita iu menunduk, menatap seseorang yang sedang berlutut di depan sana. Wanita itu menyernyitkan alisnya. "Lo ngapain Tar? Lo lagi hamil, bangun nggak?!' Ajeng demgan cepat menarik tubuh mungil itu untuk berdiri. Tapi wanita itu menolak, dia menggeleng dengan kuat. Dengan wajah sembab Tari menatap Ajeng sendu. "Jangan anak aku Jeng, please. Aku bisa hidup sembunyi selamanya, aku nggak papa." Ujarnya lirih bahkan suaranya sudah serak menahan tangis. Gema yang dari dalam mendengar obrolan mereka segera berjalan menuju pintu, "sayang, nggak gitu kok." Tapi Ajeng mengangkat tangannya, dia berbalik ke arah laki-laki itu. Mengisyaratkan untuk berhenti. "Mas Gema mikirin aja perkataan aku barusan, sol Tai biar aku

