“Amel! Menantu Mama. Sini peluk Mama dulu sayang. Kamu ke sini sendirian?” tanya Teresa, padahal sudah melihat Hansel yang berjalan di belakang Amel. Masih saja berkata seperti itu. Tidak memikirkan perasaan Hansel. Hansel berdecak lalu menarik Amel dari pelukan ibunya. Dan memberikan bunga yang disukai oleh ibunya. Teresa menatap pada bunga yang diberikan oleh putranya padanya sekarang. Lalu dia menatap tajam pada putranya. “Kau mau menyogok Mama? Untuk memaafkan kamu lalu kau bisa bercerai dengan Amel? Nggak! Mama tetap akan memaksa kamu menikah dengan Amel selamanya. Tidak ada yang namanya perceraian. Di keluarga kita tidak ada yang namanya kata cerai! Kau lihat! Mendiang Kakekmu. Dia mencintai mendiang Nenekmu sampai akhir hayatnya, dia rela menduda selama dua puluh tahun karena dia

