“Jika begitu, aku harus menghadirkan Shanum yang asli agar Bima Ardelio meninggalkan Shanum-ku,” pikir Grandong Teguh. Tatapannya melepas kepergian Shanum. Shanum yang dibawa Bima Ardelio sudah sampai lantai atas. Keduanya baru saja meninggalkan eskalator. “Apa yang Mas Teguh pikirkan?” pikir Maria makin penasaran. Apalagi di matanya, calon suaminya itu begitu terobsesi kepada Shanum. Bahkan meski Bima Ardelio selaku suami Shanum sedang bersama Shanum, kedua mata Grandong Teguh tetap saja sibuk sekaligus fokus mengawasinya. *** “Kita mau beli apa? Pakaian? Mm ...?” lembut Shanum. Shanum menatap saksama kesibukan suaminya. Setelah mengawasi setiap pajangan pakaian di sana, pilihan pria itu justru tertuju pada koleksi lingeri! Deg-degan, Shanum sungguh merasakan itu. Namun tak lama ke