“Hidungku ....” Bertepatan dengan Bima Ardelio yang baru saja keluar dari kamar mandi, Shanum masih sibuk mengatasi perkara hidungnya yang mampet. “Di rumah sudah biasa pakai AC, kan?” Bima Ardelio berpikir, harusnya perkara cuaca maupun kondisi dingin, tidak membuat istrinya pilek dadakan. Karena saat di kamarnya yang ada di kampung, mereka sudah biasa memakai AC. “Ah, Om!” rengek Shanum sambil menyalakan hair dryer. Shanum akan mengeringkan rambutnya yang basah sebelum melangsungkan shalat subuh. Ia berpikir wajib melakukannya agar mampet di hidungnya, agak berkurang. Meski ternyata, suaminya sedang dalam kondisi peka. Bima Ardelio yang awalnya sibuk mengeringkan kepala menggunakan handuk, segera menyisihkan handuknya ke meja. Bima Ardelio mengambil hair dryer-nya. “Untung aku bawa