Mobil Nathan berhenti perlahan di depan gedung kantor Merced Group. Angel melihat gedung itu dari balik kaca mobil, tempat kerja yang sama, tapi rasanya dunianya sudah berubah sepenuhnya hanya dalam beberapa jam terakhir. Tanpa menunggu Nathan berkata apa pun, Angel membuka pintu dan turun. Udara kota yang panas dan sedikit berdebu menyergap wajahnya, namun itu masih lebih mudah ditanggung daripada atmosfer di dalam mobil tadi. “Angel—” panggil Nathan dari balik kemudi. Angel pura-pura tidak mendengar. Atau mungkin… ia benar-benar tidak sanggup mendengarnya. Kepalanya masih berputar. Pikiran tentang bayi, tentang tanggung jawab, tentang masa lalu, dan tentang pria yang kini menjadi pusat kekacauan hidupnya bercampur jadi satu. Setiap langkah menuju pintu gedung seperti membawa beban y

