🌼7🌼

1095 Kata

Setelah beberapa menit penuh aroma gurih dan suara sendok yang beradu dengan mangkuk, Angel akhirnya meletakkan garpunya dengan napas terengah. Dua mangkuk mie pedas itu kosong tanpa sisa, hanya menyisakan sedikit kuah merah yang menempel di dasar mangkuk. Pipinya memerah karena kuah pedas, tetapi matanya berbinar puas. Nathan yang duduk di depannya hanya bisa menatap dengan campuran tak percaya dan tak mau mengakui bahwa ia sedikit… terhibur. “Aku bahkan belum selesai dengan satu mangkukku,” gumamnya sambil menatap mangkuk Angel yang sudah bersih seperti baru dicuci. Angel mengusap bibirnya pelan dengan tisu. “Itu karena kau makan terlalu pelan,” jawabnya ringan, seolah ia tidak baru saja melahap porsi dua orang dalam waktu singkat. Nathan mendengus. “Atau mungkin karena kau makan se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN