BAB 13 - Kanika, Lengkapnya Kanika Zahira ~

1583 Kata

Pandangan Kanika cukup lama bertahan ke layar ponselnya sebelum kemudian kembali beralih ke makanan yang tersedia di hadapannya. Dalam keheningan malam yang sunyi, Kanika merasakan perih yang tiba-tiba menusuk ulu hati. Perih itu bukan sekadar sensasi lapar yang menyiksa, melainkan luka yang jauh lebih dalam. Melainkan luka karena menyadari bahwa seorang pria asing yang bahkan belum dia kenal sepenuhnya justru lebih peduli dan memikirkan keadaannya dibanding Zidan, kekasihnya sendiri. ​Tanpa bisa ditahan, sebuah tetes air mata jatuh, membasahi pipinya yang dingin, bersamaan dengan suapan pertama nasi yang ia masukkan ke mulut. Rasa makanan itu seharusnya menghangatkan, tapi yang ia rasakan hanyalah kepedihan. Sungguh bukan main sakitnya Kanika. Selama ini, Zidan mungkin memang cukup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN