BAB 26 - Gendutan ~

1546 Kata

​Kanika mengerjap, matanya membulat sempurna. Bukan Fabian seperti yang dia duga. Di hadapannya, berdiri Zidan, calon suaminya, dengan wajah bingung dan terkejut. ​“Tadi kamu bilang apa, Kanika? Om?” ​Kanika gelagapan. Wajahnya memerah. Ia berusaha mencari alasan yang masuk akal. “Ah? I-itu bukan … bukan apa-apa, kupikir yang suka pungli itu,” jawabnya sekenanya, berharap Zidan percaya. ​Zidan mengerutkan dahi, tampak bingung dengan alasan Kanika. “Pungli? Apartemen seaman ini masih ada pungli?” ​Deg. Seketika Kanika membeku. Dia baru menyadari betapa anehnya jawabannya. Namun, sudah terlanjur. Dia tidak bisa menarik kembali ucapannya. ​“Iya, aku juga bingung … sepertinya sistem keamanan di sini kurang baik. Nanti aku lapor, deh,” ujar Kanika mengangguk cepat. “Hmm, harus ditindak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN