Bab 42. UGD

1038 Kata

"Sembilan bulan itu cepet kalau kita enggak nungguin, tapi kerasa lama kalau kita tunggu terus kita enggak sabar." Ryan menatap lurus ke depan saat menjawab pertanyaan anaknya. Tidak menoleh sama sekali pada Kirana. "Masih mau main lagi apa pulang?" tanya Ryan pada Rizki. "Main lagi dong, Pa. Pulangnya nanti sore aja gimana?" "Boleh. Ayo main lagi!" *** Ryan baru keluar dari kamar. Dia menuju meja makan untuk sarapan bersama Kirana dan Rizki. Pria itu merasa senang saat melihat Kirana sangat telaten mengurus Rizki dan membantu anak itu sarapan. Hatinya menghangat. "Ki, nanti malam saya antar ke dokter kandungan ya." Pria itu menatap Kirana dan menunggu jawabannya. Rizki merasa bingung mendengar kata dokter. Mengapa harus ke dokter pikirnya. "Mama sakit? Kok enggak bilang aku si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN