"Pertama karena bunga itu warna warni, keliatannya indah, kedua karena wangi, ketiga karena saya hamil, terus enggak bisa kerja di kantor lagi, biar masih tetap gerak, lebih seru buka toko bunga." Kirana membayangkan dia sedang membuat rangkaian bunga dan bertemu dengan banyak orang yang merasa bahagia karenanya. "Ooh. Jadi supaya tetap bergerak." Ryan mencondongkan tubuhnya mendekat pada Kirana. Dia juga menggerakkan tangannya sambil bicara. "Misalnya kamu enggak resign, tetap kerja di kantor dengan dalam keadaan hamil sampai waktunya melahirkan gimana?" Ryan mengutarakan pendapatnya. "Tetap kerja selama hamil, Pak? Enggak mungkin. Orang-orang di kantor kan taunya saya belum nikah. Kalau tiba-tiba ketahuan hamil, apa enggak jadi bulan-bulanan orang satu kantor?" Apa yang dikatakan Kir