Ryan membelai rambut Kirana dengan lembut. Namun, Kirana tidak suka dengan perlakuan manis dari pria itu. Baginya Ryan seharusnya tetap seperti Ryan yang dulu, tidak boleh berubah sedikit pun. Kirana duduk di ranjang. "Maaf, Pak, saya enggak bisa tinggal di rumah ini dan saya tidak bisa berhenti dari pekerjaan." Ryan pun ikut duduk di ranjang. Menatap Kirana dengan lembut. "Enggak apa-apa sih. Kamu bolos aja hari ini, nanti saya temani bolos juga. Capek juga ya kerja tiap hari." Kirana masih bingung dengan sikap Ryan pagi ini. Dia merasa ada yang aneh dengan pria itu. Bukannya marah, pria itu malah bersikap baik padanya. "Pak, Bapak kok enggak marah sama saya? Kemarin aja loh waktu saya di ruangan Pak Dimas, Bapak narik tangan saya keluar dari ruangan itu terus ngomel. Malam tadi lebih