Aku sangat bersyukur Aric mau menepati janji untuk tidak mengatakan pada orang tuaku tentang Alyan. Dia juga mengingatkan aku akan janji mengajak ke tempat latihan Alyan. Aric sangat bersemangat dan sudah pasti menagih janji untuk tidak melewati kesempatan. Tempat yang tidak sembarang orang bisa masuk, apa Alyan akan setuju jika aku membawa Aric ke tempat latihannya? Apa aku perlu meminta ijin pada Alyan dulu? Ah sepertinya lebih baik tidak bicara pada Alyan, yang ada dia akan menolaknya. Lebih baik aku langsung muncul di hadapannya nanti. Aku sudah terlanjur janji pada adikku. “Sabtu ini, pulang latihan taekwondomu. Aku akan jemput kamu, dan kita pergi ke sana.” Kataku pada Aric saat akan sama-sama bersiap keluar rumah. Aric ke sekolah dan aku ke kantor. “Pergi ke mana?” suara tegur

