“Hanya teman?” Erika mengulang. Aku mengangguk, sambil menghela napas sangat panjang. “Ya. Meski banyak hal yang sudah aku lakukan. Menggodanya pun dia masih tetap dingin.” Pernah terpancing, lalu setelah itu ia pilih melepaskan diriku alias memintaku berhenti dan pergi. “Menurutmu jika kamu di tempatkan pada posisi di mana tidak secara jelas memiliki status kedekatan dengan seseorang tetapi ada beberapa momen yang terjadi, merasa jika orang itu punya perasaan yang sama terus tiba-tiba dia bersikap dingin lagi? Apa yang akan kamu lakukan?” aku meminta pendapat Erika. Dia memberi tatapan serius. Aku tidak punya teman dekat selain Moi. Tetapi, tidak juga bisa cerita pada Moi yang sebatas jadi teman dekat tapi jarang terbuka soal asmara. Lagi pun aku cerita pada Erika di momen pas jug

