“Lepaskan, atau aku akan melukaimu!” Ancamnya sudah ancang-ancang siap melukaiku. Aku mundur dan Aric langsung berdiri di sampingku. Dia melindungiku tapi aku sungguh takut. “Ka, mundur!” “Aric, dia pegang senjata!” “Dia hanya menakut-nakutimu, aku tidak akan biarkan dia melukaimu.” Sementara Aku mempertahankan tasku. Orang itu berbadan kurus dan tinggi dengan badan dipenuhi tato. Ada tindik di hidung dan telinganya. Dia menodongkan senjata, mulai menarik perhatian orang-orang yang akan membantuku. Dia mulai terdesak, bisa saja dia benar-benar menusukkan pisau padaku atau Aric. “Lepaskan tas kakakku!” Aric sudah mengambil ancang-ancang untuk melawan. Dia punya ilmu bela diri taekwondo sabuk hitam. Hanya yang aku khawatirkan ada pisau itu. Tak sebanding jika Aric dengan tangan kos