Rasa kagum sekaligus terkejut Aric bertemu lagi dengan Alyan sementara mampu mengalihkan untuk mempertanyakan aku bisa di antar dan berboncengan mesra dengan Alyan. Sikap Alyan juga berubah menyenangkan, berbeda sekali saat denganku tadi. “Kamu pemegang sabuk hitam?” takjub Alyan begitu melihat sabuk hitam terikat di pinggang Aric yang berseragam taekwondo berwarna putih. Aric mengangguk semangat, “Ya, aku sama sepertimu kan? Di usia ini pun kamu berhasil memegang sabuk hitam?” Kini aku baru percaya bila Aric benar-benar menjadi penggemar berat Alyan. Sampai dia tahu jika Alyan seusianya pun sudah memegang sabuk hitam taekwondo. “Kamu tahu?” Alyan juga terkejut. Mereka bicara berdua seakan-akan aku di anggap jadi bayangan di sana. Tak di ajak bicara. “Aku penggemar beratmu! Aku ban

