Vondelpark-3

540 Kata

Firasatku mulai cemas, seperti sesuatu akan terjadi lagi diantara kami. "Ya ampun... bagaimana bisa lupa!" Aku menggeram. Bisa-bisanya melupakan untuk telepon Papa! Ponselku tertinggal di apartemen. Aku menatap pada arah yang Abbas ambil tadi, dia belum kembali. Aku tidak mungkin tinggalkan dia lagi, semalam aku membuat cemas dengan hilang. “Sebaiknya aku menunggu Abbas kembali, aku bisa telepon Papa nanti begitu sampai apartemen.” Berharap hanya prasangkaku saja, Papa tidak mungkin tega. Papa bersamaku saat begitu terluka di hari kehancuran pernikahan dengan Kai. Papa jadi saksi patah hati terbesarku. Papa, yang paling ikut terluka dan kecewa pada Kai. Pasti bukan Papa. Keberhasilan Kai melacak keberadaanku pasti karena koneksi yang dia punya. Tapi, untuk apa? Lagi pertanyaan itu mend

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN