Aku mendesah merasakan tubuh letihku perlahan rileks begitu berendam dengan hangatnya air. Pintu kamar mandi dibuka, Kai masuk. Aku memperhatikan dia yang melepas T-shirt. Melempar ke dalam keranjang baju kotor, bersama sesuatu yang kucemaskan tadi. "Kamu menemukan Bra berendaku?" "Di mobil." "Ya, baru aku akan minta kami ambil-" "Kaflin yang menemukan-" "APA?!" aku berteriak, setelah ini wajahku akan ditaruh di mana saat berhadapan dengan Kaflin? Melihat ekspresi merona juga tatapan terkejutku, Kai malah tertawa. "Dia hanya akan menggodamu dan aku." Ya, dan itu akan buatku malu! Sialan! Bagaimana bisa aku meninggalkan barang pribadi di mobil! Oke, baiklah kini aku paham dua hal yang buat seseorang bisa lupa daratan... saat marah dan b*******h! Ceroboh sekali diriku.

