Tante Lila dan Tomy dengan ramah menyambutku, berbanding terbalik dengan Alyan yang seperti keberatan. Lalu aku ditinggalkan berdua dengan Tante Lila sementara Tomy menarik Alyan dari sana pasti ingin membicarakan kehadiranku yang mengejutkan mereka. “Mendekat sini.” Pinta wanita paruh baya tersebut, senyumnya ramah dan tatapan hangat. Aku seperti berhadapan dengan sosok yang seperti Mommy. Hatiku berkata bila Tante Lila, seorang wanita yang baik. Aku mendekat, duduk di salah satu kursi setelah sejak tadi berdiri di dekat ujung kakinya. Aku membalas tatapannya. Wajahnya pucat, menandakan bila memang ia sedang tidak sehat. Rambutnya sebahu, berwarna coklat. “Tante terkejut Xabi datang sama gadis manis. Sebelumnya dia tidak pernah cerita kalau lagi dekat dengan seseorang.” Beritahunya.

