Setelah menyelesaikan rapatnya, Adi segera keluar ruangan rapat diikuti oleh Setyo. Sepanjang perjalanan menuju ruangannya, senyum sumringah tetap Adi usung. Adi merogoh hpnya, dia membuka rentetan pesan dari kakaknya. Hasil persidangan lengkap dengan tuntutan Adi terima, Adi makin tersenyum puas. Mereka sudah merugikan dirinya, Dara dan ribuan karyawan Adi. Adi tidak akan melepaskan mereka dari jerat hukum. Imel sudah dewasa, dan Arifta juga bukan anak kecil lagi. Seharusnya mereka sudah tahu apa yang mereka perbuat sudah pasti memerlukan tanggung jawab. Saat ini mereka menuai dari benih yang sudah mereka tabur. Penyesalan pun tiada guna lagi. Semakin dewasa seseorang seharusnya semakin matang pola pikirnya, bukan malah dengan mudah dikuasai napsu dunia. Adi menuju ke ruangannya, pria

