“Aku kira Sherly tinggal sama ibunya,” lirih Nina kemudian. “Aku juga. Ternyata dia tinggal di panti asuhan.” Ryan menanggapi. “Tapi kenapa ibunya nggak mau merawat dia sendiri?” Kali ini Nina bertanya pada pengasuh panti. Wanita paruh baya itu menghela nafas pelan sebelum menjawab. “Tadinya kami pikir karena masalah ekonomi, ibunya bekerja serabutan, Sherly jadi tidak terurus. Tapi ternyata bukan itu penyebab utamanya. Ibunya berpikir bahwa kelahiran Sherly adalah sebuah malapetaka. Bayangkan, dibenci oleh ibu yang seharusnya menjadi tempat berlindung paling nyaman.” Pengasuh panti itu meremas jemari, ia terlihat gelisah dan sedih. Tentu saja, siapa yang tak sedih mendengar cerita itu? “Setelah mendengar cerita itu, kami jadi mengerti kenapa Sherly amat berbeda dari anak lain. Tapi s