“Kamu yakin mau datang?” tanya Ryan khawatir. Nina mengangguk mantap. “Kalau gitu aku temenin.” “Emang bisa? Kamu bukannya harus kerja? Terus Riry gimana kalau kamu ikut aku?” “Riry bisa sama Rani dulu di rumah.” Nina menggeleng. Ia menyentuh lengan suaminya pelan. “Nggak usah, Mas. Aku ditemenin mama kok, tenang aja. Aku juga dianter sopir, kamu nggak usah khawatir.” Ya, Nina bisa menangkap kekhawatiran yang nyata dalam sorot mata suaminya. Hari ini ia akan menghadiri sidang pertama kasus penculikan dirinya. Itu artinya ia akan bertemu Sherly lagi setelah sekian lama. Pada akhirnya, Ryan menyerah. Ia membiarkan Nina berangkat diantar oleh sopir dan ditemani Larissa selama mengikuti persidangan. “Tenang, ya?” ucap Larissa saat mereka telah tiba di dalam ruang sidang. Ia mendapati pu