Bulu kuduk Nina meremang, ia menggigit bibirnya sendiri, menahan desahannya agar tidak lolos. Ryan pasti tahu bahwa telinga adalah salah satu area sensitifnya. Ryan kembali mencium daun telinga Nina, kali ini kedua tangannya bertumpu pada kursi yang Nina duduki, mengurung tubuh mungil istrinya. Perlahan, ciuman itu berpindah ke belakang telinga, turun ke leher. Ryan mencium leher Nina lembut, lantas menghisapnya pelan. “Ehm….” Nina tak lagi kuasa menahan lenguhannya. Ia kembali menggigit bibir, menahan sensasi nikmat yang berasal dari leher yang dicium sang suami. Ryan menyeringai, ia tahu Nina sudah mulai tergoda. Maka ia kembali melancarkan serangan di area-area sensitifnya. Puas dengan leher sebelah kanan, Ryan berpindah ke leher sebelah kiri. Melakukan hal yang sama di sana. “Mas