46

2470 Words

Liam's POV Hari yang ditunggu tiba juga. Aku, Ami dan teman-teman hendak mengunjungi pasien di Rumah Sakit kanker anak. Kami sudah menyiapkan semuanya. Mainan edukatif, buku-buku cerita, bahkan aku dan Rangga juga membawa gitar untuk nanti bernyanyi bersama mereka. Sebelumnya aku sudah meminta izin pada pemilik rumah sakit. Kata beliau, terkadang memang ada beberapa komunitas peduli kanker yang datang untuk menghibur dan memberi dukungan moril untuk anak-anak. Selain itu ada beberapa psikolog juga yang kerap datang untuk berbicara dengan anak-anak dan orangtua. Bahkan rumah sakit tersebut juga bekerjasama dengan dua yayasan peduli kanker yang aktif memberi bantuan donasi. Rumah sakit tersebut cukup besar dan memiliki banyak ruang. Satu ruangan kadang diisi empat sampai enam anak, namun a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD