48

1748 Words

Liam's POV Sebulan kemudian.. "Liam... Happy birthday, now you are 18." Bisikan lirih membuat mataku mengerjap. Kubuka mata perlahan. Wajah Ami terlihat jelas, nyata di depanku dengan senyum yang begitu merekah. "Ami..." "Jam 00, hari ini lo ulangtahun Liam. Lo lupa?" Ami masih tersenyum. Kulirik kalender kecil yang berdiri di meja kecil sebelah ranjang. "Kalau lo nggak ngingetin, beneran gue lupa." Aku tersenyum padanya. Lalu kukecup keningnya. "Makasih ya sayang." Kukedipkan mataku. "Turun yuk ke bawah." Pinta Ami. "Ngapain ke bawah? Di sini aja. Lo nggak pingin kasih gue kado?" Aku meledeknya dengan tatapan genit. "Pokoknya ayo deh ke bawah." Ami beranjak dari ranjang. Aku hanya bisa pasrah mengikuti. Saat aku turun ke bawah, aku begitu terperanjat melihat mama papa, mama p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD