Part 49. Dante, The Emotional Man

1314 Words

Reina “Na, ntar kita gak usah bulan madu deh ya.” Kata Abdi tiba-tiba saat persipan acara makan siang dua keluarga besar. Dia tadi datang lebih dulu karena Berryl ingin bermain dengannya. Mereka seperti perangko, lengket! Tidak terpisahkan. Karena acara makan siang sudah selesai, sekarang kami terlibat obrolan ringan. Antara aku dan Abdi yang menjauh dari keramaian. “Iya Abs, aku baru mau ajukan itu eeh kamu udah bilang duluan. Makasih ya udah ngertiin aku banget.” Jawabku. Aku bersyukur, Abdi mau mengerti dan menerimaku apa adanya. “Bukannya apa-apa sih Na, cuma kan gak asik aja lagi seru-serunya eeh tiba-tiba kakak manggil atau si adek nangis karena pingin tidur bareng kamu. Kentang kan aku jadinya.” “Kentang?” Keningku berkerut. “Iya, kena tanggung hehe…” Kucubit pinggangnya, ge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD