Bhadra tidur di ranjang berbantalkan paha Bunga Lilyana, pikirannya masih kacau ke istri pertama Bunga Anindya. Bunga Lilyana yang seakan paham amarah suaminya, terus mengelus kepala Bhadra tanpa tanda-tanda akan berhenti. "Kenapa?! Masih marah? Hem? Sayang ..." Bunga Lilyana sembari mengusap kepala suaminya, juga memijatnya guna menghilangkan beban yang mungkin saja bisa menimbulkan sakit kepala, ingin membuatnya lebih tenang agar tidak terlalu banyak pikiran, bisa merusak kesehatan. "Aku ..." Bhadra tampak ragu-ragu. Dia menatap ke arah lain kemudian diam lagi, seakan tidak mau menumpahkan masalah keluarganya pada Bunga Lilyana. "Katakan, Sayang? Apa ada masalah?" tanya Bunga Lilyana, sabar menghadapi Bhadra Bawika, suami yang paling dia cinta. "Bhadra ... hem ...." Karna Bhadra diam

