Muna depresi, dia banting semua barang di rumahnya sampai hancur berantakan. "Kurang ajar!! Apa kurangnya aku dibanding Bunga Lilyana?! Kenapa dia begitu beruntung sementara aku, tidak?! Aaakkkhhh!!" Muna meremas rambutnya putus asa. "Nak!! Apa yang kau lakukan?! Berhenti, Sayang!!" Mirna meraih tubuh anaknya tapi tidak bisa, Muna mendorongnya sampai jatuh terjerembab. "Ah ..." eluhnya kesakitan. "Ada apa ini?!" Mono marah melihat rumah berantakan dan juga istrinya Mirna jatuh ke lantai. "Putri kita, Sayang. Dia putus asa iri pada Bunga Lilyana!! Sejak kejadian dengan Pak Norman! Semua warga membencinya!! Menyiksanya juga kadang melecehkan dirinya lewat kata-kata!! Apa yang harus kita lakukan, Sayang?!" Mirna gemetaran. "Kurung, Dia!!" seru Mono, mulai tega pada putrinya, pengaruh Soni

