Bunga Lilyana yang tahu bahwa itu adiknya, menjadi sangat lega dan bahagia, segera turun dari mobil dan memeluknya sangat erat seolah tak mau lepas. "Sayang ... Adiknya, Kakak," lirihnya sembari menciumi wajahnya. "Kau sangat jelek, Sayang! Kenapa kabur dari Kak Bhadra?!" Bunga Lilyana membelai wajah adiknya. "Aku tidak mau memperhatikan pria yang hanya peduli pada wanita lain, Kak Bunga Lilyana. Bukan, Kau," Santos memeluk kakaknya, sangat erat. "Astaga ... itu ... itu hanya salah paham, Sayang. Bukan sungguhan! Kak Bhadra masih mencintai, Kakak. Iya kan, Sayang?" Bunga menatap Bhadra Bawika. Pria yang hanya menatap Bunga dan adiknya sejak tadi. "Tentu saja, Santos. Apa yang kau cemaskan?! Aku sangat mencintai kakakmu!" Bhadra ikutan menunduk seperti Bunga Lilyana dan mencium mesra bi

