Santos yang tadi bicara sama Bunga Anindya, gelisah memikirkan kakaknya, Bunga Lilyana. Bagaimana bisa Bhadra bersenang-senang dengan istri pertamanya di sana sementara di sini kakak kesayangannya menderita. Dengan hati yang sakit disertai emosi kecil, Santos menulis pesan pada Bhadra Bawika. "Jika mencintai kakakku! Setelah baca pesanku maka datanglah ke desaku. Jika tidak?! Maka biarkan kami pergi meninggalkan kalian para orang jahat untuk selama-lamanya," tulisnya disertai tetesan air mata. Bukan bermaksud cengeng, Santos Lilyana merasa bersalah pada kakak tercintanya, Bunga Lilyana. Andai beberapa waktu lalu tidak memaksa kakaknya untuk menikah dengan Bhadra, pastilah tidak ada kerumitan seperti saat ini. Kini kakaknya sendiri sementara suaminya di sana memanjakan istri pertamanya.

