Aira mulai membuka matanya, tubuhnya terasa remuk semua, tapi sudah mendingan setelah dikasih obat oleh Pak Dokter. "Ah ... " rintihnya lolos dari bibirnya yang kering. "Aira?! Kau sudah sadar?!" seru Juan, mendekati Aira dan memeriksa kondisinya. "Kak Juan ... Bunga Lilyana sangat berbahaya, dia bilang akan menghancurkan kita semua, dia juga bilang akan mengadu pada Kak Bhadra Bawika bahwa orang yang menganiaya dirinya selama ini adalah kau!! Dia akan menghancurkan keluargamu lewat dirimu, tapi untuk saat ini ... tenanglah! Sepertinya Kak Bhadra belum tahu!" jelas Aira, langsung memfitnah Bunga Lilyana saat sadar dari pingsannya. "Dia bilang seperti itu?!" Juan berseru. "Ya! Apakah kau tidak lihat aku hancur seperti ini, Kak?! Dia memperlakukanku sama seperti kau memperlakukan dia dul

