Part 47

2458 Words

Sore harinya, keributan itu benar-benar terjadi. Ibu Caliana datang bersama dengan kakak kedua Caliana dan juga kakak iparnya. Beruntungnya, kala itu Adskhan tak ada di tempat karena Caliana mengusir pria itu untuk pergi bekerja tak lama setelah Rafka undur diri. Caliana berusaha bersikap wajar, seolah-olah ia tidak tahu rencana apa yang tengah ibunya susun saat beliau masuk tanpa mengetuk pintu. "Kenapa kamu gak bilang kalo kamu sakit?" Tanya ibunya yang seketika menghampiri nya dan memerhatikan Caliana. "Ana gak apa-apa, Ma. Besok juga udah bisa pulang." Jawab Caliana datar. Kakak keduanya turut mendekat dan meraba keningnya. "Kamu baik-baik aja sekarang?" Tanyanya penuh perhatian. Caliana menganggukkan kepala sebagai jawaban. "Ana tahu kalo Ana anak paling cantik dan gemesin di rum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD