Ashraf sudah selesai memasak. Makan malam sudah ia hidangkan di atas meja makan. Malam ini ia yang memasak semua makanan tanpa campur tangan dari istrinya, Almahira. Ia tidak mengizinkan Almahira membantu karena jarinya terluka. “Ayo kita makan sekarang!” ujar Ashraf “Hmm.. harum banget, Pak!” Almahira tersenyum saat mencium aroma masakan yang begitu lezat. Ashraf tersenyum penuh percaya diri mendengarnya. “Iya dong. Siapa dulu yang memasak!” Almahira memutar bola matanya malas. Rasanya ia menyesal telah memuji Ashraf. Tapi tidak masalah, yang terpenting perutnya terasa kenyang. Dari harumnya ia yakin masakan Ashraf sangat lezat. Apalagi dia sudah terbiasa hidup mandiri sebelumnya. “Selama makan!” ujar Ashraf “Terima kasih, Pak.” Ashraf dan Almahira makan malam bersama. Sesua

