"Ayang mau jawaban jujur atau yang nyenengin hati?" bisik Putri pelan. "Yang jujur lah, kalau nyenengin ati tapi nggak jujur, buat apa?" jawabku. "Mmmm. Tapi Ayang jangan marah ya?" bisik Putri ke arahku. Apa-apaan sih ini? Kok mirip kek kata-kata Ira. Kemarin juga gitu, waktu aku nanya Ira, dia juga bilang kalau aku ndak boleh marah. Masa iya Putri mau jadi cewekku gara-gara penasaran kek si Ira? "Ndak. Aku janji," jawabku. "Mmmm," Putri lalu memegang jemari tanganku. "Menurut Ayang, Putri cantik nggak?" tanya si Cantik. "Apaan sih? Ya iya lah, dah jelas kamu tu cantik banget, pinter lagi," kataku. Putri tersenyum manis sambil meremas jemariku. "Kira-kira cowok lain ngelihat Putri kek gitu nggak?" tanya Putri. "Pastinya," jawabku. Ya iya lah. Masa iya aku punya kelainan, kan n