Chapter 41 - Sarapan

598 Words

Aku merasakan sesuatu yang hangat dan lembut di bibirku dan membuatku membuka mata. Dengan terpaksa. Badan sakit semua. Apalagi muka, senut-senut gitu. Ini kan seharusnya hari Sabtu, aku nggak nganter Nisa kuliah. Bangun siangan dikit nggak pa-pa kan? Biasanya aku tetep buka bengkel walau sebentar. Takut ada pelanggan yang kecewa. Kan banyak tu yang libur Sabtu. Mereka mau service motor, kalau aku ikutan jadwal mereka yang 5 hari kerja, di saat mereka sedang libur dan ingin ke bengkel, pasti bakalan kecewa. Kalau Minggu, aku mutusin untuk tutup. Aku tahu kalau buka pasti bakalan rame. Rata-rata bengkel lain tetep buka di hari Minggu. Njagain pelanggan yang cuma punya waktu senggang di hari itu. Tapi kan mereka bengkel besar, punya banyak mekanik yang bisa dipaksa untuk kerja di hari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD